CIANJUR – Jenazah bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di dalam tas merah di Kampung Tipar Kupa RT 02/RW 01, Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.
Jenazah tersebut ditemukan oleh Yusuf (36). Setelah mengetahui isi tas, ia segera melaporkan penemuannya kepada perangkat Desa Sukabungah.
Saat laporan diterima, Babinsa Desa Sukabungah Peltu Rachmat Kurnia sedang berada di kantor desa. Ia bersama perangkat desa kemudian mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian, dan berkoordinasi dengan Polsek Campaka.
“Saya melihat ada tas merah yang mencurigakan di lokasi. Setelah mengetahui isinya, saya langsung melapor kepada perangkat desa agar segera ditindaklanjuti, ” ujar Yusuf.
Peltu Rachmat Kurnia mengatakan, penanganan selanjutnya diserahkan kepada aparat berwenang. “Setelah menerima laporan, kami bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian, ” katanya.
Danramil Campaka Kapten Cke Ijudin menyatakan kesiapan jajarannya membantu kepolisian dalam pengamanan wilayah. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, ” ujarnya.
Komandan Kodim 0608/Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian. “Masyarakat diharapkan memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu pengungkapan peristiwa ini, ” katanya.
Komandan Korem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio menekankan pentingnya koordinasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung, ” ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mendukung proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum. “Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi serta mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang, ” tegasnya.
Lokasi penemuan telah ditangani aparat kepolisian. Proses identifikasi dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (PERS)

Suparman12